Kamis, 19 Mei 2016

Korban Lautan

Korban Lautan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Setelah beberapa lagu pujian seperti biasanya pada hari minggu, pembicara gereja bangkit berdiri dan perlahan-lahan berjalan menuju mimbar untuk berkhotbah. "Seorang ayah dan anaknya serta teman anaknya pergi berlayar ke samudra Pasifik", dia memulai, "ketika dengan cepat badai mendekat dan menghalangi jalan untuk kembali ke darat. Ombak sangat tinggi, sehingga meskipun sang ayah seorang pelaut berpengalaman, ia tidak dapat lagi mengendalikan perahu sehingga mereka bertiga terlempar ke lautan."

Pengkotbah berhenti sejenak, dan memandang mata dua orang remaja yang mendengarkan cerita tersebut dengan penuh perhatian. Dia melanjutkan, "Dengan menggenggam tali penyelamat, sang ayah harus membuat keputusan yang sangat sulit dalam hidupnya....kepada anak yang mana akan dilemparkannya tali penyelamat itu. Dia hanya punya beberapa detik untuk membuat keputusan. Sang ayah tahu bahwa anaknya adalah seorang pengikut Kristus, dan dia juga tahu bahwa teman anaknya bukan.

Pergumulan yang menyertai proses pen
... baca selengkapnya di Korban Lautan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Kamis, 12 Mei 2016

Hati-Hati: Produk Kedelai Belum Tentu Menyehatkan

Hati-Hati: Produk Kedelai Belum Tentu Menyehatkan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kedelai merupakan sumber protein tinggi, rendah lemak, dan harganya ‘murah meriah’ sehingga bisa terjangkau oleh rakyat golongan ekonomi lemah. Kedelai salah satu sumber pangan yang digolongkan dalam daftar ‘superfood’, yaitu makanan yang mengandung fitonutrisi yang tinggi, yang memberikan faedah bagi kesehatan. Di Indonesia kedelai diolah menjadi tahu, tempe, susu kedelai, taoco, maupun kecap yang merupakan makanan sehari-hari yang sehat dan murah sehingga mempunyai ‘trade mark’ bahwa makanan dari kedelai adalah makanan rakyat, terutama tahu, tempe, dan produk lainnya yang bahan mentahnya dari kedelai.

Kedelai: Sumber Protein Nabati yang Tinggi. Di negara-negara maju di Amerika Serikat dan Eropa tahu, tempe, susu kedelai, dll. menjadi makanan istimewa, terutama bagi kaum vegetarian sebagai pengganti asupan protein dari hewani. ‘Tempeh’, demikian kata untuk tempe dalam bahasa Inggris, sangat populer sehingga banyak resep yang membuat kita tertarik untuk mempraktikkan resep-resep dari menu Mexico, Amerika, Eropah, misalnya: tempe burger, pesto and tempeh quiche, lemon risotto with tempeh, tempeh chimichurri sandwich, dll. Ban
... baca selengkapnya di Hati-Hati: Produk Kedelai Belum Tentu Menyehatkan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Selasa, 10 Mei 2016

Mengunjungi Kampung Halaman Almarhum Ayah

Mengunjungi Kampung Halaman Almarhum Ayah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“Kids go where there is excitement. They stay where there is love. – Anak kecil cenderung mendatangi tempat yang menyenangkan. Mereka akan memilih tinggal di tempat yang dipenuhi oleh cinta.” ~ Zig Ziglar

Kilas balik tentang negeri di daratan Cina 200 tahun lalu masih identik dengan kehidupan yang serba sulit. Banyak anak muda terpaksa meninggalkan kampung halaman berlayar menuju Asia Tenggara untuk mencari nafkah hidup. Tak jarang mereka berganti kewarganegaan dan berperan cukup penting di berbagai bidang di negara yang disinggahi.

Ayah saya adalah salah satu di antara perantau tersebut. Beliau meninggalkan kampung halaman di Pulau Hainan menuju Malaysia. Dengan kerja keras ayah merintis usaha, menabung, sampai kemudian memiliki keluarga, sumber penghasilan dan jabatan cukup penting di sebuah kota kecil di Malaysia. Saya masih ingat, ayah selalu menyisihkan sebagian kecil dari penghasilan tiap bulan untuk adik dan ibunya di Cina.

Itu semua menunjukkan bukti cinta ayah kepada keluarganya. Walaupun keinginan untuk tinggal bersama adik dan ibunya harus kandas karena hubungan diplomatis kedua negara belum memungkinkan. Tetapi ayah berusaha menemui keluarganya, dan baru dapat bertemu adiknya di Singapura setelah 50 tahu
... baca selengkapnya di Mengunjungi Kampung Halaman Almarhum Ayah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Kamis, 28 April 2016

Hidup Adalah Anugerah

Hidup Adalah Anugerah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pada suatu hari ada seorang gadis buta yg sangat membenci dirinya sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.

Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia.

Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu Yang akhirnya dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasih gadisnya itu .

Kekasihnya bertanya kepada gadisnya itu , ? Sayangggg ? sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah engkau mau menikah denganku?? Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si pria pacar-nya itu yg selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si gadis itu buta matanya.

Dan akhirnya si Pria kekasihnya itu pergi dengan meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya itu, ?Sayangku, tolong engkau jaga baik-baik ke-2 mata yg telah aku berikan k
... baca selengkapnya di Hidup Adalah Anugerah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Selasa, 19 April 2016

Siapa yang Bersabar Pasti Akan Beruntung

Siapa yang Bersabar Pasti Akan Beruntung Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“Assalamua’alaikum ibu, Aku pulaanggg…” teriakku setelah sampai rumah.
Tidak ada yang menyahut. Kemana ibu? pikirku.
Apakah ibu bekerja? tapi ini kan hari Sabtu, biasanya hari Sabtu dan Minggu ibu libur dari pekerjaannya. Aku berkeliling mencari ibu. Sampai ketika aku mencari beliau di kamar mandi, aku menemukan sosok yang tergeletak tak berdaya dengan kepala penuh darah.
“Ibu…” jeritku.
Saat itu juga aku berlari ke luar rumah untuk meminta bantuan kepada tetangga terdekat. Ketika aku beritahu keadaan ibu, tetanggaku itu langsung berlari menuju rumahku. Dia berkata ibu harus segera di bawa ke rumah sakit.

Dokter masih memeriksa keadaan ibu. Aku berdoa mudah-mudahan ibu tidak apa-apa. Akhirnya dokter pun keluar.
“Maaf, pasien sudah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa.” kata sang dokter.
Aku tak bisa berkata apa-apa. Aku berpikir, mengapa ibu meninggalkanku secepat ini? Aku masih perlu beliau. Tapi, apa daya, ini semua sudah menjadi kehendakNya. Tangisku pun meledak.

Setelah ibu dikuburkan, aku tak tahu harus bagaimana. Rumah yang kutinggali saat ini, adalah rumah kontrakan. Dan itu pun ibu belum membayar kontrakan untuk bulan ini. Jadi, setelah
... baca selengkapnya di Siapa yang Bersabar Pasti Akan Beruntung Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Sabtu, 21 Mei 2011

SEVEN STAGES OF NAFS


We recognise them as the seven stages of consciousness or the levels of Self (Nafs, ego).


The Commanding Self (nafs al-ammara),
The Blaming Self (nafs al-lawwama),
The Inspired Self (nafs al mulhimah),
The Satisfied Self (nafs al mutmainnah),
The Consenting Self (nafs al radiyah),
The Consent-Given Self (nafs al mardiyyah),
The Purified Self (nafs al safiyyah).

The phrase of "states of Nafs" denotes basically the "stages of consciousness".

When the consciousness takes shape in the beginning, it considers all the carnal desires as if they are its own desires because it recognizes itself as a physical body as a result of its database. Thus, it leads a life completely focused on the needs and pleasures of the body. This is identified as the Commanding Self. At that level of understanding, the consciousness recognizes itself as a physical body. While still accepting himself as a body, thinking that his life will never come to an end but go on in some way after the body dies, and that he will experience the consequences of his deeds in this world, the Self begins to feel regret because  he realizes his possible wrongdoings while considering his future life after death. This state is described as blaming the Self.

As seen above, the Self at both of these levels, that are the states of consciousness, are connected to and focused on the physical body. The consciousness at that state is not aware of its heaven (sama) yet. Its world is the earth (ardh), the physical body. All his delights, concerns and struggles are connected with his ardh, that is his body.

If a person's consciousness realizes that it is not in fact a body but a reflection of the universal oneness or an expression of the qualities possessed by the universal oneness, at the level that its capacity allows, such awareness is called as "the Inspired Self" (nafs al mulhimah) in view of its characterization because such awareness is realized through inspirations (ilham).

At that level of understanding, the consciousness begins getting rid of the idea of accepting himself as a body. He sometimes feels himself as a body and sometimes as something separate from the body. However, what kind of an entity he is at that state of feeling separate from the body is not clear to him yet. Also, that is not a state that can be experienced through knowing. This stage of understanding for the consciousness is the most difficult stage of life. There, the consciousness faces many contradictions. He may sometimes consider himself as a servant, other times as a God, experiencing the odd results of such sensations. The person, who sees himself as God at that stage, may even find the level of sainthood (walayat) as lowering for himself. He may, thus let loose all his values and fall on a completely corporeal life.

For people of true faith (muhaqqikun), the act of "reading" begins to be practiced at that level of consciousness. When reading the system, which is called "Sunnat-Allah", is initiated for such a consciousness, then the "why"s of "what" RasulAllah brought opens to him at the level of realization known as "certainty through Haqq (haqq ul yakeen)". He becomes khaneef (worship-free of a God) at that station. His is "actual belief" in the one named as "ALLAH" at that level. He is purified from the spiritual power of "heartless discovery, unveiling" (kashf-i zulmani) and possesses the spiritual power of "caring discovery" (kashf-i noorani). He begins to perceive the secrets of the Qur'an that rule till Doomsday. He who experiences that spiritual state is called as "arif" (Aware -Gnostic).

Almost all the persons whose believers (ahl-al taqlid) among common people assume them to be saints (awliya) and even regard them suitable for the spiritual status ofGhawthQutb (chief center authorities of spiritual influence) and are at that realm of consciousness. Those persons may sometimes think themselves as real possessors of those spiritual positions (martaba) due to their level of comprehension, whereas theirs is yet no more than a small accumulation of water coming down from the fountain of sainthood (walayat).



Imam Syafi'i


Imam al-Shafi'i



Muhammad ibn Idris ibn al-'Abbas, al-Imam al-Shafi'i [d.204H/819CE] alayhi al-rahmah wa'l-ridwan

Muhammad ibn Idris ibn al-'Abbas, al-Imam al-Shafi'i, Abu 'Abd Allah al-Shafi'i al-Hijazi al-Qurashi al-Hashimi al-Muttalibi (d. 204), the offspring of the Blessed House of the Beloved Prophet Salla Allahu ta'ala 'alayhi wa 'aalihi wa Sallam, the peerless one of the great mujtahid imams and jurisprudent par excellence, the scrupulously pious ascetic and Friend of Allah, he laid down the foundations of fiqh in his Risala, which he said he revised and re-read four hundred times, then said: "Only AllahÂ’s Book is perfect and free from error."

He is the cousin of the Beloved Prophet AllahÂ’s blessings and peace upon him descending from al-Muttalib who is the brother of Hashim, 'Abd al-MuttalibÂ’s father. Imam al-Shafi'iRahmatullahi alaih stated "I accompanied the Sufi people and I received from them three knowledges: ... how to speak; .. how to treat people withleniency and a soft heart... and they... guided me in the ways of Sufism." [Kashf al-Khafa, 'Ajluni, vol. 1, p 341.]